Tampilkan postingan dengan label intermezo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intermezo. Tampilkan semua postingan

8.24.2008

intermezo 5

perempuan,
aku bisa merasakan hangatnya matahari melalui kulitmu. aku bisa merasakan harumnya bunga melalui nafasmu. aku bisa merasakan lembutnya awan melalui sentuhan dan tuturmu. tapi mengapa, aku juga bisa merasakan dinginnya salju didalam cintamu. suatu saat nanti, ceritakan tentang hatimu, kisah kita, digelapnya malam kepadaku, agar tak perlu kau lihat, ada air mata mengalir karena aku akhirnya mendapat jawaban pasti akan resahku.

8.20.2008

Untuk Perempuan Tampanku

aku pernah mengenal seorang perempuan

dia sangat tampan dan lembut...

aku mengenalnya ketika aku sedang belajar menyanyikan hidupku.

dia sempat mengajariku memetik gitar kehidupan dengan nada cinta sehingga tercipta lagu kebahagiaan.

dia lalu pergi sambil membawa serta lagu tersebut dengan menyisakan alunan kesedihan,

namun aku sadar,

alunan tersebut juga bagian dari lagu yang sempat kami nyanyikan di kursus singkat musik hidupku.

(lupa tepatnya kapan ku buat ini)

8.17.2008

sebuah cerita untuk ibu

Bu,

Masihkah kau mengenaliku? Seorang putri yang pernah lahir dari rahimmu 24 tahun silam? Mungkin tidak… karena aku telah memakai topeng selama 17 tahun agar kau tak dapat melihatku, melihat lukaku. Ijinkan aku sedikit bercerita tentang suram hatiku. Tentang wajah yang tertutup topeng, tentang tubuh yang sempat ku gadaikan demi kehangatan yang menjadi mimpiku dan juga tentang hatiku yang telah mati.

Bu,

Taukah kau bagaimana hausku akan kehangatan yang menjadi mimpiku? Membuatku menggadaikan tubuhku hanya demi apa yang kusadari kini sebagai fatamorgana. mimpi akan kehangatan berbuah mimpi buruk.

Bu,

dulu aku sempat berfikir ratusan bulan mampu menelan satu mimpi buruk, namun aku salah. Ternyata perlahan tapi pasti, mimpi buruk menjadi sebuah black hole yang menarik ku masuk kedalamnya. Tak perduli betapa cepat ku berusaha berlari, aku terus terisap kedalamnya. Blackhole itu terjadi karena ledakan kemarahan, kesedihan, yang berbatas tipis dengan kasih dan mimpi. Menggoreskan luka yang begitu dalam, dikedalaman hati yang mati.

Bu,

Malam ini, potongan demi potongan wajah kembali muncul. Wajah yang ku benci dan yang kucinta. Tapi wajah-wajah itu begitu kabur, tertutup kabut perih hati sehingga Aku tak dapat membedakan mana yang ku benci dan mana yang kucinta. Kabut itu menutup wajahmu. Membuatku tak dapat mengenalimu. Apakah aku mencintaimu, membencimu atau keduanya.

bu, tubuhku kini telah menjadi miliku, namun aku lupa fungsinya. Dan aku sudah tidak bisa melepas topeng ini karena tertanam dalam diporiku.

Dan bu, rindu ku merebahkan kepalaku di pangkumu, karena tubuhku letih. Kemarahan menyedot semua energiku, membuat topeng ini terasa makin berat disetiap hariku.

Ps : ini hanya sebuah cerita untuk ibu yang tak kan pernah beliau baca. biarlah kutulis dan kubawa hingga habis waktuku

8.16.2008

coretan tanpa arti

siapa aku?
aku adalah pemilik dari sebuah tubuh.

segelas cinta kadang membuatku mabuk
sementara sepiring bahagia dan semangkuk duka yang kau hidangkan selalu ku santap dengan lahap. lalu ku muntahkan kedalam tanda, biar tanda mewakiliku dalam bercerita.

aku tidak akan memujimu atas setiap tawa yang berderai sama seperti aku tidak akan menyalahkanmu atas setiap air mata yang terurai.

ya…
aku hanya seorang pembaca dari buku yang ku tulis.
aku hanya seorang penonton dari pertunjukan yang ku gelar.

aku tak memiliki nama,
karena nama hanya akan membuatku dikenali.
aku tak ingin dikenali karena aku hanya ingin sendiri.

Ps : sumpah gw ga ngerti apa maksud tulisan gw huahuahuaha… stupid me

8.14.2008

intermezo lagi deh

aku mendengar dua orang perempuan berbincang, didalam sebuah ruangan tak berdinding dimana tak jelas batas antara mereka dan aku.

"Apakah kau bahagia?" tanya perempuan satu,
"Bahagia dan duka bagiku tak memiliki batas yang pasti. yang membedakan keduanya hanyalah ruang kosong yang tak dapat ku lihat, ku dengar dan kurasa." jawab perempuan dua.
"maksudmu?" tanya perempuan satu dengan dahi berkerut tak mengerti.
"aku tersenyum dalam tangisku, aku pun menangis dalam tawaku, aku tak dapat membedakannya" lanjut perempuan dua sambil mereguk segelas ragu.
"aku hanya tak ingin ada orang yang menyakitimu" ucap perempuan satu sambil mengambil gelas tersebut dari tangan perempuan lainnya.
"tidak ada yang menyakitiku. adalah aku yang menyakiti diriku sendiri. egoku... itulah yang menyakitiku."

lalu aku pergi setelah bernafas panjang... aku tidak berniat mendengar percakapan selanjutnya tentang ego perempuan itu. karena aku tau, perempuan itu benar, adalah ego yang menyakiti dirinya.

8.13.2008

terbunuh didalam mimpi

teman, Aku ingin bercerita tentang hati ku hari ini, duduklah disampingku dan dengarkan. Dengarkan bagaimana hati ini menangis. Lihat, bisa kah kau melihat hati ku berdarah? Dan bisa kah kau rasakan sebuah jiwa yang setengah mati ini karena menghirup cinta yang berkabut.

Amarah dan kesedihan yang tertahan di dada membuat hatiku sakit dan semakin membunuh jiwaku. Seperti hidup didalam mimpi lalu terhempas oleh kenyataan. Bahwa Tubuh ini hanya untuk menghangatkan. Bahwa telinga ini hanya untuk mendengarkan. bahwa aku hidup didalam bayangan. Bahwa ini adalah kebohongan. Bahwa sesungguhnya cinta adalah hasil perkawinan tubuh dan hati, tapi dimana hati itu? Bahwa janji itu tidak lebih dari sebuah bentuk ikrar yang kau pegang.

teman, beri aku nama, karena aku sadar, lama ku tertidur sehingga terlupa aku akan namaku. Beri aku satu, seperti kau memberi nama pada cerita yang telah lewat.

Tapi sudahlah. Jiwa ini akan segera mati. Setiap kata manis hanya akan menambahkan satu hari hidupku, namun pada akhirnya mengurangi seperempat nyawaku.

8.04.2008

kau dan aku hari ini

Perempuanku,
sukma dan ragaku kini telah bersatu didalam nafas yang ku sebut cinta.
sukma dan ragaku sudah berdamai dengan ragu atas nama cinta
aku hidangkan sukma dan ragaku untukmu sama seperti kau hidangkan sukma dan ragamu untuk ku.
aku punya jiwa dan raga yang dapat kau reguk setiap saat.
bahagia itu yang ku rasa...sebelum,
kau jelaskan padaku, minggu siang itu, bahwa kita adalah hari ini... namun esok mungkin berbeda.

perempuanku,
untuk apa mimpi terus kita bangun jika kemudian hari akan kita hancurkan?
untuk apa kita tertidur dalam buaian mimpi jika kita tahu kita akan terbangun?

perempuanku,
aku memilih untuk tetap terus tidur dalam mimpi ini sampai kau membangunkanku.
aku terus membangun mimpiku di masa depan, walau ku tau... kau hanya bagian dari ku hari ini, besok, kau hanya sebuah bayang terindah yang akan terus menghilang didalam kegelapan hatiku.
karena...
aku tahu.. aku mencintaimu... dan memilih untuk tetap mencintaimu.

ps : aku akan terus berdiri disampingmu hingga letih kau berdiri disampingku.

7.25.2008

Ungkapan Hati Penutup Hari

perempuanku-izinkan ak bercerita tentang cinta sebelum pergi.

ak tak mengerti banyak ttg cinta, tapi ak tau, sekarang ak sedang menelan rindu sambil mengubur sebuah hati yang luka bersama mimpi-mimpi yang sempat ingin ku bangun bersamamu.

perempuanku-ak pergi-membawa ransel berat berisi harapan akan mimpi baru menelusuri sebuah jalan gelap tanpa mau lagi menoleh ke belakang sambil menelan pahitnya cinta yang memudar.
karena ak tau, diujung jalan ini-berdiri seorang perempuan yg tak ku tau siapa namanya, tak pula ku tau rupanya.

perempuanku-ini kali terakhir ak berbicara ttg hati yg sedang kukubur kpadamu. ini juga puisi terakhir yang kutulis untukmu.

waktu-hanya itu yang kubutuh utk mengobati lukaku.

ak pergi-ak pasti akan merindu akan cintamu.

selamat tinggal perempuanku.

7.15.2008

Hati Perempuanku

aku ingin menanyakan hati seorang perempuan, yang raganya duduk manis disampingku namun tak ku temukan hatinya. perempuan yang bibir dan jarinya rajin menyisir kulit tubuhku.... namun jiwanya kosong. kini baru ku mengerti... hatinya tertinggal di persimpangan tepat ketika aku membawa tubuhnya pulang. aku ingin bertanya padanya... apa gunanya cinta jika tidak ada hati didalamnya? tak tau kah kau, aku perempuan, tidak buta tidak tuli. tapi bibirku hanya diam... biarlah malam ini... aku... kembali menelanjangi hatiku dan mencumbui setiap perasaan didalamnya.

5.13.2008

Hati yang Terbagi

untaian kata memang sarat makna... kadang orang menjerit menangis dan tertawa dari untaian tersebut... dan bodohnya aku... yang membiarkan ku terlena dalam untaian kata yang manis tapi kemudian tersadar, kata itu bukan hanya untuk ku.
apa yang kau dapat ketika satu hati terbelah menjadi 1000? ku katakan padamu... kau tidak akan mendapatkan apa2 selain luka.

5.12.2008

Intermezo Azah (1)

cinta sempat menyapa hari ku... tapi kini cinta itu terbungkam dan seolah meredup... apa kabar dengan cinta hari ini..? Aku sedikit merindukannya... namun berusaha melupakannya.

4.29.2008

Intermezo Azah (2)

aku telah mengaborsi sebuah cinta demi untuk kelahiran cinta yang lain.


Blogspot Template by Isnaini Dot Com